Senyum Tanpa Ujung

Senyum terindah

SENYUM.
Senyum hal yang paling mudah untuk dilakukan, tapi senyuman memiliki arti tersendiri. Ada senyuman yang hanya sekedar sapaan dan juga ada senyuman yang mengartikan tentang parasaan.

Ada ribuan senyuman yang pernah aku lihat, tapi diantara ribuan senyuman itu, ada satu senyuman yang tidak dapat ku utarakan dengan apapun selain dengan tulisan ini. Mungkin orang disekeliling mengira aku gila, tapi itu benar... Gila dengan sebuah senyuman

Sosok pemuda itu memandang dengan tatapan indah, seolah ada sesuatu yang terlihat oleh kedua kelopak matanya. Tatapan itu begitu terasa dekat, tatapan yang tertuju padaku dan mata ini tak mampu berkedip sedikitpun dari pandangan itu. Terbuka gesikan bibir yang memaksaku melebarkan senyum. Rasanya ingin berlari untuk menggapai tangan dan menyapanya dengan sebutan yang paling indah. Tapi apalah daya, keindahan senyuman itu hanya sekilas seperti layaknya lampu merah diperempatan jalan. 

Pernah ku bertanya kepada diriku sendiri, akankah ada hari esok aku bisa melihatnya lagi ? pernah juga aku bertanya dengan memandang kaca yang ada dikamar, inikah yang dinamakan jatuh cinta pada pandangan pertama ?

Aku seperti seekor burung yang kehilangan sangkar dan terbang mengembangkan sayap mengelilingi dunia untuk mencari sangkarku yang hilang. Seperti juga saat itu, mencari ribuan bayangan yang hampir memudar yang tanpa bekas sedikitpun, tapi takdir berkata lain, perempatan jalan adalah pertemuan yang tak pernah terkhayalkan olehku. Senyuman itu mulai lagi, dan itu dia pemudanya. 

Mungkinkah dia masih mengingatku ? tapi sapaan pertama keluar kedua belah bibirnya. Memanggilku dengan sebutan hai.. 
Tapi dalam hati ingin lebih daripada itu, naluri kewanitaanku memaksa untuk menahan perasaan yang sedang bergejolak. Walaupun aku bohong kepada hatiku sendiri. Tapi semakin kutahan semakin aku tak sanggup untuk menahan. Cinta itu sudah mulai berbuih, dan memaksaku untuk harus membalas sapaannya. Hai juga..

Kisah yang tanpa ujung, dan cerita tanpa bersambung. Sapaan itu adalah yang pertama dan terakhir dari kisah ini.

Seandainya aku mampu memutar waktu kembali, dan aku ingin kembali pada waktu itu. Aku selalu rindu dengan senyuman itu, dan rindu akan dirinya.



0 Response to "Senyum Tanpa Ujung"

Post a Comment

Mari berkomentar disini, utamakan kesopanan, tingkatkan persahabatan. Segala kritik dan saran akan sangat saya hargai untuk kemajuan blog ini terima kasih.